kalender darno

Jumat, 27 Januari 2012

pemandangan tojo una-una

Sepotong Surga di Teluk Tomini

REP | 29 September 2011 | 00:01 148 2 Nihil

1317259101519576236
Salah satu pemandangan pulau karang di teluk Timoni, Sulteng
Terdapat sekitar 400 pulau kecil. Sebagian belum diberi nama.
Matahari mulai tinggi ketika kami tiba di Pelabuhan Ampana, Kecamatan Ampana, Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah. Di sana telah menanti kapal Puspita, yang siap mengantarkan kami ke Kepulauan Togean di Selat Tomini. Pelabuhan yang tak begitu besar ini dapat dicapai melalui perjalanan darat dari Palu, ibu kota Sulawesi Tengah, selama 5-6 jam.
Perjalanan dari Ampana ke Kepulauan Togean, yang berjarak 32 kilometer, memakan waktu 4 jam. Perjalanan ini terasa begitu lambat. Sebab, kapal Puspita hanya berlayar dengan kecepatan 20 knot per jam. Setelah 2 jam terombang-ambing di atas ombak, dari kejauhan tampak gugusan Pulau Karang. Tebing yang melingkupi pulau terlihat terjal, tapi hijau oleh pepohonan di atasnya.
Gugusan karang tebing pulau itu seperti tak memiliki pantai. Air di sekitarnya begitu tenang dan berkilau kehijauan, sehingga pulau ini tampak mengapung. Tak mengherankan jika wilayah kepulauan ini sering disebut surga yang tersembunyi dalam dekapan Teluk Tomini.
Kami tiba di dermaga Pulau Wakai sekitar pukul 14.00. Pemandangan indah berupa pasir putih yang melingkupi setiap pulau terpampang di depan mata. Seketika rasa mabuk laut pun hilang. Tanpa membuang waktu, perjalanan kami lanjutkan ke Pulau Kadidiri dengan menaiki perahu kecil. Ini adalah salah pulau yang tersembunyi di balik gugusan Pulau Karang. Dari Wakai ke Kadidiri memakan waktu 20 menit.
Menurut data Dinas Pariwisata Tojo Una-una, terdapat sekitar 400 pulau di Kepulauan Togean. Ukurannya beragam. Pulau yang paling kecil berukuran 1 x 1 meter. Banyak di antara pulau ini yang belum diberi nama. Bebera pa pulau yang sudah diberi nama adalah Pulau Batukada, Togean, Walea Besar, dan Walea Kecil.
Dalam perjalanan dari Wakai ke Kadidiri, aktivitas nelayan mulai terlihat. Rumah suku Bajo berjejer di sana. Barisan pohon nyiur terlihat melambai dari tepi pantai saat kami memasuki selat kecil di antara pulau-pulau kecil.
Bongkahan batu besar yang muncul dari bawah laut sedikit menghalangi pemandangan pasir putih dan barisan cottage Pantai Kadidiri dari tengah laut. Di pulau ini terdapat empat resor yang sudah dihuni oleh turis dari Eropa. Sebagian tamu sedang menyelam di sekitar Teluk Tomini. “Di sini penuh turis Eropa sejak Juli lalu,“ kata Syafruddin pemilik resor Pondok Lestari.
1317259836746148102
Pemandangan Pulau Kadidiri. Tampak dua wisatawan asing berjalan diatas dermaga kayu milik cottage disana
Sekitar 4 kilometer dari Pulau Kadidiri, terdapat Pulau Taipi dengan pemandangan terumbu karang yang menawan. Dari atas perahu, kami bisa menikmati pemandangan terumbu karang tanpa harus menyelam. Agar bisa lebih menikmati pemandangan laut di sini, kami menyempatkan diri menyelam.
Kami menyewa alat selam di pusat dive Pulau Kadidiri. Tarifnya Rp 50 ribu per hari. Jika ingin scuba diving di tempat ini, tarifnya Rp 750 ribu per hari. Dive center ini juga menyediakan instruktur dan kursus singkat menyelam serta penunjuk jalan ke lokasi terumbu karang yang indah.
Karakteristik terumbu karang di Teluk Tomini terdapat tiga tipe, yakni friging reef, barier reef, dan karang yang masih terisolasi atau path reef. Anwar Dosi dari Dinas Pariwisata Tojo Una-una menyebutkan terdapat 153 titik penyelaman yang tersebar di sana. Titik penyelaman yang paling mengagumkan terdapat di sekitar Pulau Una-una.
Di pulau ini juga terdapat gunung api bernama Gunung Colo. Di sana banyak terdapat terumbu jenis apollo, pinnacle, menara, dan barracuda. “Masih banyak yang belum dieksplorasi, terutama di Kepulauan Walea Besar dan Walea Kecil,“kata Anwar.
Sepi Akibat Konflik
Pemerintah Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah, menyadari bahwa sepotong surga Kepulauan Togean sangat sulit diakses, terutama melalui jalur darat. Karena itu, di Kecamatan Ampana dibangun bandar udara, yang akan rampung pada 2013. “Jalan darat menuju kepulauan ini memang sangat susah karena berkelok-kelok. Karena itu, kami membangun bandara,“  kata Kepala Dinas Pariwisata Tojo Una-una Mohammad Kasim Musliani.
Kepulauan Togean, yang berada di tengah Teluk Tomini, dapat dicapai dari beberapa titik. Dari Bandara Mutiara Palu, Pelabuhan Ampana dapat dicapai melalui perjalanan darat selama 5-6 jam. Dari bandara itu juga bisa menggunakan pesawat terbang menuju Luwuk, kemudian dilanjutkan melalui jalur darat ke Dermaga Ampana.
Dari Manado, Sulawesi Utara, atau dari Gorontalo, Anda bisa menyeberang ke Kepulauan Togean melalui Pelabuhan Gorontalo. Tarif kapal dari Ampana ke Wakai, Kepulauan Togean, sebesar Rp 40 ribu per orang. Dari Ampana, ada tiga kapal yang siap mengantar wisatawan ke tempat tersebut.
Kasim menyebut surga ini sempat tenggelam akibat konflik yang terjadi di Poso pada 1998-2003.  Padahal,  saat ditemukan sebelum 1995, kawasan ini disebut surga baru.  “Kami menggalakkan kembali publikasi kawasan ini sejak 2006.“
Anwar Dosi, anggota staf dinas pariwisata, menyebutkan sejak 1995 Pulau Togean menjadi tempat bagi wisatawan asal Eropa. Pada masa itu, sekitar 1.000 turis berkunjung ke tempat ini. Namun jumlahnya berangsur berkurang saat kerusuhan. “Sekarang turis Eropa mulai banyak, terutama pada Juni-Desember,“ kata dia.
sumber: Koran Tempo Makassar, 24 September 2001

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar